Langkah Awal Budidaya Burung Puyuh Untuk Pemula, Berani Coba?

Budidaya Burung Puyuh – Burung gembul yang lebih mirip anak ayam karena tidak dapat terbang ini sering disebut ‘Manuk Gemak’ oleh masyarakat Jawa. Tercatat Amerika Selatan menjadi wilayah pertama di dunia yang menjadikan Burung Puyuh sebagai hewan ternak pada 1870-an. Kemudian peternak gemak mulai berkembang di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri ternak puyuh mulai dikenal masyarakat sejak akhir 1979. Peternakan-peternakan ini berpusat di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera dan Jawa Barat. Ada beberapa profit yang menggiurkan sehingga membuat peternak lebih memilih memelihara burung puyuh dibandingkan unggas lain. Berikut adalah profit tersebut:

  1. Bulu burung puyuh memiliki nilai estetika sehingga dapat disulap menjadi barang kerajinan dan perabot rumah tangga.
  2. Harga burung puyuh hampir selalu mengalami peningkatan secara drastis setiap tahun.
  3. Kotoran burung puyuh dapat diolah menjadi pupuk kompos dan pupuk kandang yang berguna bagi tanaman.
  4. Di pasar, permintaan telur burung puyuh selalu mengalami peningkatan permintaan dan daya jual. Di sisi lain, jumlah peternak burung puyuh merosot setiap tahun.
  5. Daging burung puyuh mulai diakui kelezatannya, sehingga minat pasar tumbuh pesat.
  6. Telur burung puyuh selain memang memiliki rasa lezat, nilai gizinya juga tinggi.

Lokasi Budidaya Burung Puyuh

Setiap budidaya makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan pasti memiliki kriteria ideal supaya dapat memberi hasil sesuai harapan. Adapun untuk budidaya burung puyuh, idealnya diletakkan pada lokasi yang memiliki ciri:

  1. Bukan daerah langganan bencana banjir
  2. Sirkulasi udara di daerah tersebut lancar
  3. Lingkungannya tidak sedang terkena wabah penyakit tertentu
  4. Tempatnya jauh dari pemukiman penduduk maupun keramaian lainnya
  5. Berada di dekat jalur pemasaran yang aksesibel terhadap transportasi

Teknik Budidaya Burung Puyuh

Untuk teknik budidaya burung untuk pemula memiliki beberapa poin yang harus diperhatikan.

Mengenai teknik budidaya meliputi beberapa hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.

Pembuatan Kandang Burung Puyuh

Kandang merupakan tempat tinggal bagi burung puyuh. Ibarat manusia, kandanglah rumah tempat kembali dan menetap yang memberikan kedamaian di hati. Idealnya suhu kandang burung puyuh 20 – 25 derajat celcius dengan kelembapan 30 hingga 80 %.

Meskipun siang hari ada matahari, namun kandang burung puyuh tetap harus diberi penerangan. Cahaya di siang hari dalam kandang diperoleh dari lampu 25 sampai 40 watt sedangkan malam hari 40 hingga 60 watt. Penerangan dari lampu lebih teratur dan stabil sehingga memang disarankan bagi peternak burung puyuh.

Umumnya, 1 meter kandang mampu menampung 90 hingga 100 ekor burung puyuh yang usianya 10 harian. Usia tersebut masih tergolong anakan puyuh. Kandang seukuran tersebut setara pula bila harus menampung 40 ekor burung puyuh pada masa bertelur.

Pembuatan kandang burung puyuh dibagi atas sistem litter atau lantai sekam dan sistem sangkar atau baterai. Secara garis besar, pembuatan kandang ini dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai pertumbuhan burung puyuh.

Berikut urutan pembuatan kandang burung puyuh:

Indukan Pembibitan

Kandang indukan pembibitan sangat penting karena berperan meningkatkan hasil produktifitas maupun kualitas telur burung puyuh. Kandang indukan pembibitan memiliki luas yang disesuaikan dengan banyaknya jumlah indukan yang akan diternakkan. Semisal 1 ekor burung puyuh diberi jatah 200 meter di dalam kandang.

Indukan Petelur

Tujuan pembuatan kandang indukan petelur adalah menghasilkan telur yang berkualitas. Para indukan petelur dirawat sedemikian rupa supaya nyaman di dalam kandang sehingga dapat menjadi petelur handal. Luasnya sama seperti kandang pada indukan pembibitan. Setiap indukan diberi jatah 200 meter untuk bergerak.

Anakan Puyuh

Kandang khusus bagi anak-anak burung puyuh harus disendirikan supaya anak-anak puyuh berkembang biak dengan cepat dan dibuat sejak anak-anak puyuh berusia 1-3 pekan. Cahaya menjadi komposisi paling penting di dalam kandang ini. Keberadaan cahaya digunakan sebagai penghangat supaya anak puyuh tidak banyak mati.

Puyuh Dewasa

Burung puyuh dianggap dewasa ketika dia berumur 3-6 minggu. Di sini ada lebih banyak perlengkapan yang dibutuhkan, semisal kebutuhan tempat minum dan makan serta pencahayaan dan vitamin yang teratur diberikan pada puyuh. Hanya saja kandang bagi puyuh dewasa sedikit lebih besar supaya jatah bergeraknya juga leluasa.

Kandang Budidaya Burung Puyuh

Burung puyuh rawan stress pada saat berkembang biak. Oleh karena itu sebaiknya tempat pembudidayaan burung puyuh diletakkan di lokasi yang jauh dari pemukiman warga yang ramai. Meskipun begitu, tetap saja jangan sampai lokasinya jauh dari rumah anda supaya tidak kesulitan mengontrol setiap hari secara rutin.

Selain memang harus jauh dari daerah yang sedang terserang wabah, hama dan bencana, lokasi budidaya burung puyuh wajib dijaga kebersihannya. Lebih bagus lagi apabila sirkulasi udara di tempat budidaya bagus.

Persiapan Pembibitan Burung Puyuh

Langkah mudah pembibitan burung puyuh sebagai berikut:

Bibit Telur

Apabila tujuan anda membudidayakan burung puyuh adalah telur yang dihasilkan, maka sangkar betina dengan ketam yang bersih akan sangat mendukung peningkatan hasil produksinya.

Bibit Daging

Jika fokus beternak anda adalah daging yang dihasilkan, maka anda harus memperbanyak indukan jantan. Hal ini disebabkan oleh produksi daging yang dihasilkan oleh puyuh jantan memiliki kualitas lebih tinggi. Selain itu, daging puyuh jantan terbukti lebih nikmat.

Bibit Telur Tetas

Bibit indukan betina berkualitas akan menghasilkan telur petetas sesuai harapan. Indukan betina pun harus dikawinkan dengan para puyuh jantan secara berskala. Dengan ini maka telur yang dihasilkan akan berkualitas sebagaimana indukannya.

Pemeliharaan Budidaya Burung Puyuh

Dalam budidaya burung puyuh perlu memperhatikan kebersihan dan pemeliharaan kandang agar burung bebas penyakit dan menghasilkan lebih maksimal.

Kontrol Kebersihan

Kontrol kebersihan bagi tempat pembudidayaan burung puyuh bertujuan untuk menghindari penyakit. Pengontrolan kebersihan juga berupa pemberian vaksin di dalam setiap makanan dan minuman supaya kekebalan tubuh burung puyuh dapat terus bertahan.

Kontrol Penyakit

Tingkat kematian burung puyuh dapat dikurangi. Salah satu cara yang dianggap efektif adalah pemisahan burung puyuh sakit dengan yang masih sehat. Tujuannya supaya penyakit yang diderita burung puyuh tidak menulari teman-temannya.

Kontrol Pakan

Setiap harinya burung puyuh diberi makan 2 hingga 3 kali. Dedak, tepung pakan, rempah-rempah dan pelet merupakan makanan sehari-hari burung puyuh yang dibudidayakan.

Kontrol Obat

Vaksin dan obat harus diberikan pada burung puyuh yang dibudidayakan supaya terhindar dari penyakit. Perlu diketahui bahwa burung puyuh adalah salah satu unggas yang memiliki tingkat kerawanan tinggi pada serangan penyakit. Pemberian obat dilakukan berupa vaksin peroral dan intra okuler pada hari ke-4 hingga ke-7 dari kelahiran.

Pemanenan

Hasil yang memang menjadi tujuan utama pembudidayaan burung puyuh ada di saat pemanenan. Pemanenan ini dilakukan dengan salah satu cara dari pemanenan telur, anakan dan indukan. Waktu pemanenan ini disesuaikan peternaknya. Biasanya dilakukan saat puyuh berusia 5-6 bulan, tergantung kualitas sewaktu pertumbuhannya.

Hasil Budidaya Burung Puyuh

Ini dia yang menjadi keuntungan besar bagi peternak burung puyuh. Hasil Budidaya utama dari peternakan burung puyuh diukur jika telur puyuh dapat diproduksi setiap hari selama masa produksi. Sementara penghasilan tambahan berupa pemanfaatan bagian-bagian lain dari tubuh puyuh. Misalkan kotoran, daging dan bulunya yang dapat diolah kembali.

Kamu dapat mencoba berbagai jenis peluang usaha hewan peliharaan yang dapat menghasilkan uang juga.

Leave a Comment

%d bloggers like this: