cara budidaya ikan nila

Panduan Budidaya Ikan Nila Agar Cepat Panen

Budidaya Ikan Nila – Anda pasti mengenal ikan nila, yaitu salah satu jenis ikan yang sering kali dijadikan sebagai hewan peliharaan dan bahan pangan untuk konsumsi masyarakat di Indonesia. Di setiap pasar dan supermarket, pasti banyak sekali para penjual ikan yang menyediakan salah satu jenis ikan yang satu ini. Begitu juga dengan yang terdapat di beberapa restoran dan juga rumah makan, pasti ada menu yang menyajikan ikan nila sebagai hidangan utama.

Bagaimana tidak? Ikan nila ini merupakan salah satu jenis ikan dengan minat tertinggi di Indonesia. Karena hal itu lah banyak pebisnis ikan yang memanfaatkan ini untuk memulai usaha mereka dengan budidaya ikan nila, karena dapat mendatangkan banyak keuntungan. Anda pun juga bisa melakukan bisnis tersebut.

Untuk melakukan bisnis ikan nila, tentu anda harus beternak ikan nila, caranya pun tidak sulit. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat anda lakukan untuk memulai ternak ikan nila dengan benar.

Pemilihan kolam

Ini adalah langkah pertama yang sangat penting untuk dilakukan karena ikan nila akan dapat tumbuh dengan baik jika berada di kolam yang cocok dengannya. Ikan nila dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Cara menentukan pemilihan kolam yang baik adalah sebagai berikut:

  • Pilih jenis tanah kolam yang liat atau lempung, karena jenis tanah ini dapat menahan air agar tidak merembes dan dapat digunakan sebagai bahan dasar dinding kolam.
  • Buat kemiringan tanah kolam sekitar 3 hingga lima persen agar proses pengairan kolam yang dilakukan secara gravitasi akan lebih mudah untuk dilakukan.
  • Pertimbangkan kandungan air pada kolam, kualitas pengairan kolam yang baik adalah yang tidak keruh serta tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain yang dapat membahayakan ikan nila seperti minyak atau limbah dari pabrik. Kandungan pH air harus bersifat netral antara 6,5 hingga 8,6 dengan suhu berkisar antara 25 hingga 30 derajat celcius.
  • Ukur tingkat kecerahan dari air kolam dengan menggunakan piring secchi (secchi disc), ukuran kecerahan yang paling baik untuk kolam ikan nila adalah antara 20 hingga 30 cm. Jangan sampai kurang atau melebihi angka tersebut.
  • Gunakanlah perairan yang tenang dengan debit air kolam sekitar 8 hingga 15 liter per detik, agar ikan nila dapat tumbuh dengan baik dan tidak cepat mati.

Pembuatan dan Pengolahan Kolam Ikan Nila

Setelah melakukan pemilihan kolam yang sesuai untuk pemeliharaan ikan nila, selanjutnya melakukan pengolahan kolam. Sebelum kolam digunakan untuk menaruh ikan nila, pada dua minggu sebelumnya kolam harus terlebih dipersiapkan dengann baik. Persiapan kolam yang baik harus melalui tahapan yang baik pula.

Berikut ini adalah tahapannya:

  1. Keringkan dasar kolam dengan paparan sinar matahari selama beberapa hari. Jangan memberinya air terlebih dahulu.
  2. Bersihkan dasar kolam dari sisa-sisa rerumputan yng menempel, lalu cangkulah dan ratakan tanah kolam tersebut.
  3. Perbaikilah tanggul kolam dan pintu dari air kolam tersebut untuk mencegah terjadinya kebocoran kolam.
  4. Pasang jarring atau saringan khusus pada pintu masuk kolam dan pintu air keluar air kolam ikan.
  5. Tabur sebuah kapur tohor (kapur khusus untuk kolam ikan) kurang lebih sebanyak 100 hingga 300 kg/ha. Jika tidak terdapat kapur tohor, anda bisa menggunakan jenis kapur pertanian untuk ditabur di kolam sebanyak 500 hingga 1000 kg/ha, tujuan pengapuran ini adalah untuk mencegah adanya hama dan untuk memperbaiki pH tanah agar kandungannya stabil.
  6. Setelah ditaburi kapur, taburkanlah pupuk kandang sebanyak 1 hingga 2 ton/ha pada kolam atau taburkan hingga setinggi 10 per meter persegi. Setelah itu cangkulah bersama tanah dasar pada kolam. Sebar juga pupuk kandang tersebut di depan pintu masuk air karena ini dapat mendorong adanya pertumbuhan fitoplankton sebagai bahan pakan alami dari ikan nila.

Pengairan Kolam Ikan Nila

Setelah mengolah kolam ikan nila hingga siap untuk digunakan, langkah selanjutnya adalah membuat pengairan. Hal ini berguna untuk menstabilkan air pada kolam agar dapat mengalir dengan sempurna.

Langkah pengairan kolam dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Pertama-tama, aliri kolam dengan air hingga kedalaman 5 sampai 10 cm dari tinggi kolam.
  • Biarkanlah selama 2 hingga 3 hari air tersebut. Hal dilakukan agar tanah mendapat kandungan mineral alami dari air.
  • Setelah didiamkan cukup lama, aliri kembali kolam dengan air hingga pada kolam mencapai ketinggian 75 hingga 100 cm dari dasar bawah kolam.
  • Biarkan air tersebut mengalir pada kolam.

Penebaran Bibit Ikan Nila

Sekarang, anda sudah memiliki kolam ikan nila. Langkah selanjutnya adalah menebar bibit ikan nila. Namun, sebelum melakukan penebaran bibit, ada baiknya anda memerhatikan kondisi kolam hingga benar-benar siap untuk digunakan.

Cara mengetahui kolam tersebut sudah siap digunakan atau belum adalah sebagai berikut:

  • Perhatikan warna air kolam. Apabila sudah berwarna kuning kehijauan, maka hal itu bertanda bahwa fitoplankton sudah mulai tumbuh.
  • Jika belum berubah warna, maka tunggulah beberapa waktu lagi hingga fitoplankton benar-benar tumbuh pada kolam anda.
  • Setelah anda yakin bahwa fitoplankton benar-benar tumbuh, anda sudah bisa melakukan penebaran bibit ikan nila pada kolam.

Lakukanlah penyebaran bibit ikan nilan dengan cara berikut ini:

  • Sebar bibit ikan nila dengan ukuran 5 hingga 10 cm atau yang beratnya 25 hingga 30 gram per ekor.
  • Untuk setiap satu meter persegi kolam, dapat diisi 10 hingga 15 ekor bibit ikan nila.
  • Makanan yang dapat diberikan untuk bibit ikan nila adalah ampas kelapa, dedak, pellet, atau dari sisa-sisa makanan.
  • Untuk pemberian pangan ikan nila dari sisa-sisa makanan, pilihlah sisa makanan yang kandungan minyaknya sedikit, karena kadar minyak yang berlebih pada sisa makanan akan berubah menjadi racun mematikan untuk ikan nila sehingga berakibat ikan nila tidak dapat tumbuh dengan baik.

Pemeliharaan dan Budidaya Ikan Nila

Setelah anda memiliki kolam dan menaruh bibit ikan nila, maka anda sudah siap untuk memelihara dan membudidayakan ikan nila untuk dijadikan sebagai peluang usaha anda. Dalam pemeliharaannya, anda harus memperhatikan dan memonitor kondisi kolam, memberi makan ikan nila secara rutin, dan melakukan pergantian air kolam secara berkala.

Berikut ada beberapa tips yang bisa anda coba:

  • Selain asupan makan dari fitoplankton, beri makan ikan nila berupa pakan pellet dengan kualitas yang tinggi agar ikan nila dapat tumbuh dengan optimal.
  • Pilihlah jenis pakan yang bagus dan banyak digunakan oleh para peternak ikan nila.
  • Perhatikan nafsu makan ikan nila, jangan memaksa memberi makan lagi apabila ikan nila sudah kenyang menghabiskan makanan yang anda berikan.
  • Pada dasarnya, pakan yang anda berikan untuk ikan nila akan habis dalam waktu 5 menit, jika lebih dari itu atau masih banyak makanan yang tersisa, diperkirakan ikan-ikan nila anda memiliki gangguan.
  • Gangguan pada ikan nila dapat berasal dari suhu udara yang sangat panas, turunnya kualitas air, atau penyakit-penyakit dari hama yang menyerang. Karena itu anda perlu untuk selalu memperhatikan kondisi kolam.
  • Jaga kedalaman air setinggi 75 hingga 100 cm dan jangan sampai lebih dari itu. Apabila air pada kolam sudah keruh, segera lakukan pergantian air untuk mendapatkan air baru yang lebih ernih dan bersih.

Pemupukan Secara Berkala

Pemupukan adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah kolah agar bebas dari hama dan penyakit. Pemupukan dilakukan pada setiap 2 minggu sekali menggunakan pupuk organic dengan dosisnya sekitar 500 kg/ha.

Cara memupuk kolam ikan yang sudah diisi air dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Bungkus pupuk menggunakan plastik atau kantong khusus, lalu lubangi plastik tersebut.
  • Benamkan plastik yang sudah berisi pupuk tadi ke dalam kolam ikan.
  • Agar tidak menyentuh dasar kolam, gantung plastik pupuk menggunakan bamboo yang dipasang di dekat kolam.
  • Pemupukan ini juga dilakukan untk menumbuhkan fitoplankton pada tanah kolam sebagai pakan untuk ikan nila secara alami. Fitoplankton akan terus diproduksi agar ikan nila bisa mendapatkan asupan makanan secara alami.
  • ┬áSelain menggunakan pupuk kandang, pemupukan juga dapat dilakukan menggunakan pupuk urea dengan dosis sebesar 30 kg/ha.
  • Lakukanlah pemupukan secara rutin.

Panen Ikan Nila

Hal yang paling dinanti-nantikan dalam membangun sebuah usaha ikan nila adalah waktu panennya. Ikan-ikan nila yang sudah dirawat dan tumbuh dengan baik, dapat langsung dipanen untuk dijual secara luas di pasaran. Pada umumnya, ikan nila baru dapat dipanen setelah 5 hingga 6 bulan pemeliharaan. Berat ikan nila yang dipanen berkisar antara 500 hingga 600 gram per ekor.

Pada kondisi normal, ikan nila tidak terserang berbagai penyakit selama pemeliharaannya sehingga menghasilkan ikan nila dengan sisik yang bagus dan juga dagingnya yang segar. Pemanenan ikan nila dapat dilakukan dengan cara menjaringnya menggunakan jaringan ikan yang besar. Kemudian hitung berat secara normalnya, kelompokkan ikan-ikan nila yang sudah dipanen berdasarkan beratnya untuk mempermudah penjualan di pasaran.

Jika ikan-ikan nila semuanya tumbuh secara serempak, maka proses panen dapat dilakukan dengan cara menguras semua air yang ada di kolam ikan lalu diambil semua ikan-ikan tersebut. Hasil panen dapat langsung dijual di pasaran maupun menjualnya secara langsung kepada konsumen yang sudah menjadi langganan.

Selain itu, cara memanen ikan nila dapat juga dilakukan dengan menggunakan terpal yang ditata serapi mugkin sedemikian rupa dengan kayu, bamboo, atau dengan plat besi yang dibentuk menjadi persegi panjang.

Itulah cara melakukan budidaya ikan nila yang baik dan benar sehingga menghasilkan ikan nila dengan kualitas yang bagus dan dapat dijual di pasaran. Jika anda memang berencana membuka usaha di bidang ini, jangan lupa untuk mencari bibit ikan nila yang bagus pula.

Karena bibit ikan nila yang kurang baik (seperti ukurannya tidak seperti ukuran normal, atau terkena penyakit) akan menyebabkan ikan nila mudah mati dan tidak dapat tumbuh dengan sempurna.
Selain itu, perhatikan juga tentang cara memilih pupuk dan pemberian pupuk yang benar, jangan sampai melebihi kapasitas standarnya. Semoga bisnis ikan nila anda sukses di pasaran!

Leave a Comment

%d bloggers like this: